Alam Semesta: sejarah
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Thursday, October 25, 2018

Mengenal suku Osing Banyuwangi

Suku OSING


 Sejarah berdirinya kabupaten Banyuwangi tak bisa lepas dari kerajaan Blambangan. Blambangan adalah cikal bakal dari Banyuwangi itu sendiri. Bahkan Blambangan merupakan kerajaan yang paling lama bertahan terhadap serangan kerajaan Mataram dan VOC. Bukan hanya keindahan alam yang terbentang luas di bumi Blambangan ini, kekayaan budaya juga menjadi ciri khas populer yang dikembangkan oleh maysarakatnya.
Salah satu fakta keunikan Banyuwangi adalah penduduknya yang multi culuture yang terbentuk dari tiga elemen masyarakat yaitu suku Jawa, suku Madura dan suku Osing Banyuwangi. Tapi berdasarkan sejarah suku Osing adalah suku asli Banyuwangi yang sampai sekarang masih bertahan di Banyuwangi dengan segala tradisi dan kebudayaannya yang masih terjaga.
Suku Osing merupakan penduduk asli Banyuwangi karena suku Osing adalah masyarakat yang hidup pada pemerintahan kerajaan Blambangan. Suku Osing Banyuwangi juga memiliki adat istiadaat budaya, bahasa yang berbeda dari masyarakat jawa dan Madura. Seperti apa keunikan asli banyuwangi? Berikut informasinya

Berikut Informasi Suku Osing Banyuwangi

1. Wong Osing



Suku Osing Banyuwangi menempati beberapa kecamatan di kabupaten Banyuwangi bagian tengah dan utara. Terutama di kecamatan Banyuwangi, kecamatan rogojampi, Sempu, Gelagah Singojuruh, Giri, Kalipuro dan Songgon. Suku Osing atau lebih dikenal dengan wong Osing memiliki bahasa sendiri yakni bahasa Osing yang merupakan turunan langsung dari bahasa jawa kuno tapi bukan merupakan bahasa Jawa karena dialegnya yang berbeda.
Dari system kepercayaan wong Osing dahulu adalah pemeluk agama hindu seperti Majapahit. Namun seiring berkembangnya kerajaan islam di Pantura atau Pantai Utara jawa menyebabkan agama Islam cepat menyebar di kalangan suku Osing. Dikeseharian, mata pencaharian suku Osing adalah bertani, berkebun dan sebagian kecil lainnya adalah pedagang dan pegawai di bidang formal seperti karyawan, guru dan pegawai pemda.

2. Ritual Pecel Pitik



Kemiren adalah nama desa di wilayah Gelagah kabupaten Banyuwangi yang merupakan desa wisata. Di desa ini terdapat perkampungan asli warga suku Osing Banyuwangi. Di desa ini suku Osing masih mempertahankan tradisi dan nilai nilai leluhurnya. Hal ini terlihat jelas dengan rutinitas wajib yang dilakukan penduduk sekitar bila tengah menggelar sebuah pesta ucapan syukur. Mulai dari pernikahan sampai sunatan anak lelakinya.
Salah satu ritual yang dilakukan penduduk desa Kemiren pada hari kamis dan minggu adalah ritual pembersihan dari hal hal yang buruk atau biasa yang dikenal dengan pecel pitik. Ritual ini adalah ritual makan bersama di salah satu makam leluhur yang paling dihormati. Sebelum memulai ritual, pertama tama yang harus dilakukan adalah menyiapkan bahan bahan pembuatan pecel pitik terlebih dahulu. Seperti parutan kelapa yang tidak terlalu tua, ayam kampung dan bumbu bumbu seperti cabe, terasi, kemiri, bawang putih, kencur dan kacang.
Cara pembuatannya pun relative mudah, ayam kampung dibakar hingga matang diatas tumpuk kayu tradisional. Dan ada satu syarat yang tidak boleh dilanggar adalah masakan sama sekali tidak boleh dicicipi sampai ritual selesai. Setelah semuanya siap disajikan makanan disusun dalam pikulan khusus.
Sebelum mengantar ke makam buyut cilik ada salah satu syarat yang harus dipenuhi yaitu bila kita laki laki kita harus menggunakan ikat kepala atau udeng khas suku Osing. Ini merupakan simbol warga Osing menerima kita sebagai bagian dari mereka. Setelah siap semua, perjalanan pun dimulai ke makam buyut cilik.
Sesampainya di makam ritual dimulaai dengan menyisihkan sebagian makanan untuk diletakkan didalam makam. Kemudian setelah ayam dijadikan bagian bagian lebih kecil mereka mengistilahkannya di ucel ucel kemudian diaduk dengan kelapa dan bahan lainnya. Ritual pun dilanjutkan berdoa dengan memohon hajat dilancarkan.
Lalu tibalah saat menyantap makanan bersama sama. Ada kepercayaan jika semakin banyak porsi yang kita makan dan habiskan maka semakin besar pula rejeki yang akan didapatkan. Selesai bersantap ritual pun selesai. Uniknya lagi tradisi pecel pitik ini tidak setiap hari kita lakukan atau temukan. Ritual ini biasanya dilakukan suku osing di desa Kemiren pada hari kamis dan minggu pada pukul dua siang sampai 7 malam.

3. Sanggar Ganjah Arum

Mengenal Lebih Dekat Suku Osing
Bagi anda yang tidak memiliki waktu banyak untuk menjelajahi desa Kemiren, ada satu tempat yang dapat dikunjungi yang sangat mereprentasi atau gambaran desa adat suku Osing. Baik rumah atau tempat tinggalnya ataupun seni dan budayanya. Adalah sebuah tempat bernama sanggar Ganjah Arum milik salah satu pelestari budaya Osing bernama Setiawan Subekti. Sanggar yang dikemas apik dan desain tradisional ini oleh pengusaha perkebunan tersebut dijadikan bak museum suku Osing Banyuwangi sebagai suku asli Banyuwangi.
Masuk ketempat dengan luas sekitar 7000 meter persegi ini kita akan temui tatanan rumah dan benda benda kuno yang menceritakan dan menggambarkan desa kemiren pada masa 50 tahun lalu. 7 buah rumah tekel ditata tak beraturan bersama sejumlah ornament kuno seperti bebatuan fosil, mesin ketik dan telephone kuno serta berbagai macam benda benda tradisional lainnya seperti angklung paglak yakni sebuah tempat untuk memainkan alat musik angklung khas banyuwangi dengan luas 2 X 3 meter.
Bila diperhatikan bentuk rumah osing hampir sama dengan rumah khas Madura. yang membedakan hanya bentuk kayu atap kuda kudanya saja. Rumah osing atap kuda kudanya ada dua dimana bagian atas yang biasa disebut lambing lebih panjang daripada yang dibawah atau biasa yang disebut jahit pendek.
Selain rumah dan ornament ornament nya yang dilestarikan oleh pak iwan adalah salah satu tanaman khas suku Osing yakni biji kopi. Bahkan begitu cintanya dengan kopi suku osing, ditempat ini lah lahir semacam semboyan “Sekali seduh kita bersaudara”. Tak heran jika wisatawan wisatawan lokal dan mancanegara serta tokoh-tokoh penting datang mengunjungi keindahan budaya Osing atau sekedar menikmati kopi racikannya.

4. Indahnya Alunan Musik Othekan

Mengenal Lebih Dekat Suku Osing
Banyak kesenian asli Banyuwangi yang lahir dari suku Osing Banyuwangi ini. Sebut saja salah satunya tari gandrung yang begitu mempesona. Dan seorang penari sesepuh mak temu adalah salah satu saksi hidup yang sangat dihormati penari-penari gandrung di Banyuwangi.
Tak sedikit yang belajar langsung atau sekedar meminta restunya tiap kali akan melakukan pertunjukan. Setelah sekilas melihat mak temu menari dan mendedangkan lagu gandrung, kita berkesempatan melihat kesenian lainnya yang tak kalah mempesonanya. Yakni musik othekan, yang menjadikannya unik dan mengagumkan adalah selain alat musik yang digunakan yakni lesung dan alung, alat penumbuk padi yang dipadu dengan angklung dan biola.
Para pemain musiknya adalah wanita dan pria yang usianya sudah sepuh. Sebelum mulai, para nenek yang menggunakan baju tradisional berwarna hitam ini terlihat menggenggam perlengkapan sirih. Ya tradisi menyirih sepertinya menjadi bagian yang tak terlupakan oleh masyarakat suku osing bila sudah memasuki usia senja.

Wednesday, October 24, 2018

Keunikan seni dan budaya suku TORAJA

Kebudayaan Suku Toraja Dan Keunikannya




Suku Dunia ~ Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidendereng dan dari luwu. Orang Sidendreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebuatn To Riaja yang mengandung arti “Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan”, sedang orang Luwu menyebutnya To Riajang yang artinya adalah “orang yang berdiam di sebelah  barat”. Ada juga versi lain bahwa kata Toraya asal To = Tau (orang), Raya = dari kata Maraya (besar), artinya orang orang besar, bangsawan. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja, dan kata Tana berarti negeri, sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja.


Adat Istiadat Suku Toraja

upacara-rambu-solo

Rambu Solo adalah upacara adat kematian masyarakat Toraja yang bertujuan untuk menghormati dan menghantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh, yaitu kembali kepada keabadian bersama para leluhur mereka di sebuah tempat peristirahatan. Upacara ini sering juga disebut upacara penyempurnaan kematian karena orang yang meninggal baru dianggap benar-benar meninggal setelah seluruhprosesi upacara ini digenapi. Jika belum, maka orang yang meninggal tersebut hanya dianggap sebagai orang sakit atau lemah, sehingga ia tetap diperlakukan seperti halnya orang hidup, yaitu dibaringkan di tempat tidur dan diberi hidangan makanan dan minuman bahkan selalu diajak berbicara.

Puncak dari upacara Rambu solo ini dilaksanakan disebuah lapangan khusus. Dalam upacara ini terdapat beberapa rangkaian ritual, seperti proses pembungkusan jenazah, pembubuhan ornament dari benang emas dan perak pada peti jenazah, penurunan jenazah ke lumbung untuk disemayamkan, dan proses pengusungan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.

Selain itu, dalam upacara adat ini terdapat berbagai atraksi budaya yang dipertontonkan, diantaranya adu kerbau,kerbau-kerbau yang akan dikorbankan di adu terlebih dahulu sebelum disembelih, dan adu kaki. Ada juga pementasan beberapa musik dan beberapa tarian Toraja. Kerbau yang disembelih dengan cara menebas leher kerbau hanya dengan sekali tebasan, ini merupakan ciri khas masyarakat Tana Toraja. Kerbau yang akan disembelih bukan hanya sekedar kerbau biasa, tetapi kerbau bule Tedong Bonga yang harganya berkisar antara 10 hingga 50 juta atau lebih per ekornya.


Rumah Adat Suku Toraja

rumah-tongkonan

Tongkonan adalah rumah tradisional masyarakat Toraja, terdiri dari tumpukan kayu yang dihiasi dengan ukiran berwarna merah, hitam, dan kuning. Kata “tongkon” berasal dari bahasa Toraja yang berarti tongkon “duduk”. Selain rumah, Tongkonan merupakan pusat kehidupan sosial suku Toraja. Ritual yang berhubungan dengan rumah adat ini sangatlah penting dalam kehidupan spiritual suku Toraja. Oleh karena itu semua anggota keluarga diharuskan ikut serta karena melambangkan hubungan mereka dengan leluhur mereka. Menurut cerita rakyat Toraja, Tongkonan pertama dibangun di surga dengan empat tiang. Ketika leluhur suku Toraja turun ke bumi, dia meniru rumah tersebut dan menggelar upacara yang besar.


Kesenian Suku Toraja

ukiran-kayu-suku-toraja

Tanah toraja adalah salah satu daerah yang terkenal akan ukirannya. Ukiran ini menjadi kesenian khas suku bangsa Toraja di Sulawesi Selatan. Ukiran dibuat menggunakan alat ukir khusus di atas sebuah papan kayu, tiang rumah adat, jendela, atau pintu. Bukan asal ukiran, setiap motif ukiran dari Tana Toraja memiliki nama dan makna khusus. Keteraturan dan ketertiban merupakan ciri umum dalam ukiran kayu Toraja. Selain itu, ukiran Tana Toraja memiliki sifat abstrak dan geometris. Tumbuhan dan hewan sering dijadikan dasar dari ornament Toraja.


Pakaian Adat Suku Toraja

pakaian-adat-suku-toraja

Pakaian adat pria Toraja dikenal dengan Seppa Tallung Buku, berupa celana yang panjangnya sampai di lutut. Pakaian ini masih dilengkapi dengan asesoris lain, seperti kandaure, lipa', gayang dan sebagainya. Baju adat Toraja disebut Baju Pokko' untuk wanita. Baju Pokko' berupa baju dengan lengan yang pendek. Warna kuning, merah, dan putih adalah warna yang paling sering mendominasi pakaian adat Toraja. Baju adat Kandore yaitu baju adat Toraja yang berhiaskan Manik-manik yang menjadi penghias dada, gelang, ikat kepala dan ikat pinggang.


Peninggalan Suku Toraja

gua-londa

Londa adalah sebuah kompleks kuburan kuno yang terletak di dalam gua. Di bagian luar gua terlihat boneka-boneka kayu khas Toraja. Boneka-boneka merupakan replika atau miniatur dari jasad yang meninggal dan dikuburkan di tempat tersebut. Miniatur tersebut hanya diperuntukkan bagi bangsawan yang memiliki strata sosial tinggi, warga biasa tidak mendapat kehormatan untuk dibuatkan patungnya.

Kuburan Gua londa Tana Toraja adalah kuburan pada sisi batu karang terjal , salah satu sisi dari kuburan itu berada di ketinggian dari bukit mempunyai gua yang dalam dimana peti-peti mayat di atur dan di kelompokkan berdasarkan garis keluarga. Disisi lain dari puluhan tau-tau berdiri secara hidmat di balkon wajah seperti hidup mata terbuka memandang dengan penuh wibawah.


Makanan Khas Suku Toraja

makanan-khas-suku-toraja

Pa’piong merupakan makanan khas suku toraja yang mempunyai nama cukup unik dan berbahan dasar daging babi atau biasanya juga bisa daging ayam. Kalau biasanya daging babi atau ayam diolah di bakar atau di goreng atau bisa juga di rebus, masyarakat Toraja mengolah daging-daging tersebut dengan memasukkannya ke dalam bambu lalu di bakar. Seperti pengolahan nasi bambu. Tapi setelah di masak dengan bambu makanan ini kemudian diolah lagi dengan memanggang daging yang sudah dimasak dengan bambu. Proses pembuatannya sebelum dimasukkan kedalam bambu daging terlebih dahulu diolah dengan cara dicampurkan dengan rempah rempah dan bumbu yang kemudian ditambahkan dengan cabai local.


                    Kunjungi juga: prapatanchaos.blogspot.com

Tuesday, October 23, 2018

Mengenal provinsi Sumatera Barat

Budaya,

Kebudayaan Sumatera Barat – Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia, dimana dari puluhan ribu pulau yang ada di Indonesia terdapat 5 pulau utama yaitu Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Dari kelima pulau ini, Sumatera merupakan salah satu yang terbesar dan terbagi menjadi beberapa provinsi. Dan salah satunya yaitu Sumatera Barat. Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki ibu kota Padang.

Macam Macam Budaya Sumatera Barat:

  • Rumah Adat Sumatera Barat.
  • Pakaian Adat Sumatera Barat.
  • Tarian Sumatera Barat.
  • Senjata tradisional.
  • Suku di Sumatera Barat.
  • Bahasa Daerah Sumatera Barat.
  • Lagu Daerah Sumatera Barat.
  • Alat Musik Tradisional Sumatera Barat.
  • Makanan Khas Sumatera Barat.
  • Wisata Sumatera Barat.
Rumah Adat Sumatera Barat

Rumah Adat Sumatera Barat

  • Rumah Gadang
Jika Anda datang ke Sumatera Barat mungkin salah satu pemandangan yang akan langsung menyambut Anda adalah keindahan rumah adatnya. Dimana salah satu kebudayaan Sumatera Barat ini selain menawarkan keindahan yang luar biasa namun juga memiliki keunikan tersendiri. Seperti bentuk atap yang mencuat ke atas dengan makna menjurus kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tonjolan pada rumah adat Rumah Gadang ini diberi nama gojong yang jumlahnya sekitar 4-7 buah per rumah.
Pada rumah Gadang Anda juga akan menjumpai 2-3 lumbung padi seperi Si Bayo-bayo yang artinya adalah persediaan padi untuk keluarga rantau, Si Tinjau Lauik yaitu yang padinya dberikan untuk orang tidak mampu serta Si Tangguang Litak yang padinya dikhususnya untuk pemilik rumah.
Pakaian Adat Sumatera Barat

Pakaian Adat Sumatera Barat

  • Busana tradisional wanita Minang
    – Pakaian Limpapeh Rumah Nan Gadang
    – Baju Batabue (Baju Bertabur)
    – Minsie
    – Tingkuluak (Tengkuluk)
    – Lambak atau Sarung
    – Salempang
    – Dukuah (Kalung)
    – Galang (Gelang)
    – Palaminan
  • Busana tradisional pria Minang
    – Pakaian Penghulu
    – Destar
    – Baju
    – Sarawa
    – Sasampiang (Sesamping)
    – Cawek (Ikat Pinggang)
    – Sandang
    – Keris
    – Tungkek (Tongkat)
Sebagai salah satu ciri paling menonjol dari setiap warga daerah adalah pakaian adatnya. Nah untuk Sumbar sendiri pakaian adat yang digunakan memiliki tutup kepala yang disebut dengan nama Saluak. Untuk model pakaiannya sendiri memiliki lengan pendek dengan ujung yang melebar. Kemudian selembar kain pun akan digunakan sebagai pelengkap pakaian adat Sumatera Barat.
Dengan kain yang digunakan menyelempang di bahu dan sebilah keris yang terselip di depan perut salah satu bentuk kebudayaan Sumatera Barat ini nampak begitu sempurna. Untuk pria biasanya juga akan mengenakan celana panjang dan kain songket yang melingkar tepat di tengah badan dan hanya sebatas lutut saja.
Tarian Sumatera Barat

Tarian Sumatera Barat

  1. Tari Alang Babega.
  2. Indang.
  3. Lilin.
  4. Pasambahan Minang.
  5. Piring.
  6. Payung.
  7. Rantak.
  8. Ambek-ambek Koto Anau.
  9. Randai.
  10. Sabalah.
  11. Barabah.
  12. Gelombang.
  13. Kain Paisia Selatan.
  14. Indang Badindin.
  15. Kiek Gadih Minang.
Tarian merupakan salah satu bentuk kesenian daerah yang tak hanya menampilkan kreatifitas masyarakat sekitar namun juga menyampaikan makna yang tersemat dalam tarian tersebut. Ya, setiap kebudayaan Sumatera Barat dalam bentuk tarian adat masing-masing memiliki makna tersendiri. Seperti tari piring yang melambangkan suasana gotong royong di masyarakat. Yaitu gambaran ketika siang mengerjakan pekerjaan sawah dan malam harinya bersukaria bersama.
Kemudian ada juga tari payung yang menggambarkan perlindungan seorang pria kepada wanita. Dimana makna ini dapat disampaikan dari gerakan tari payung yaitu payung yang dipegang oleh penari pria diarahkan untuk selalu melindungi kepala penari wanita.
Sejata Tradisional Sumatera Barat

Senjata tradisional

  • Kerambit.
  • Karih.
  • Kalewang.
  • Ruduih.
  • Piarik.
Pada zaman dahulu, senjata merupakan satu benda yang wajib di bawa kemanapun Anda pergi. Bagaimana tidak, dengan ancaman bahaya dimana-mana tentu Anda membutuhkan perlindungan diri menggunakan senjata tradisional ini. Di Sumbar sendiri senjata tradisional yang dimilii adalah Keris dan Kerambit atau Kurambiak. Umumnya, keris digunakan oleh kaum pria dan diletakkan pada bagian depan tubuh. Sedangkan untuk Karimbit merupakan kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dalam bentuk senjata kecil. Dengan modelnya yang melengkung seperti kuku harimau, senjata tradisional ini sangat ampuh untuk melumpuhkan lawan hanya dalam sekali sambit. Dan umumnya, Karimbit ini digunakan oleh para perilat, terutama para pesilat yang sedang melakukan pertarungan dekat dengan menggunakan jurus harimau.

Suku di Sumatera Barat

  • Suku Minangkabau.
    Sakai
    Talang Mamak
    Kerinci
    Kubu
  • Suku Melayu.
  • Suku Mentawai.
  • Suku Bonai.
Ya, keberagaman suku adalah budaya Sumatera Barat terbesar yang tak akan ternilai harganya. Dengan banyaknya suku yang ada di Indonesia khususnya Sumbar, beragam kebudayaan lain tercipta dengan sendirinya. Nah beberapa nama suku yang terdapat di Sumbar antara lain adalah Minangkabau (Jambak, Piliang, Caniago, Guci, Tanjung, Sikumbang, Pisang, Panyalai da Koto) dan Menatawai.

Bahasa Daerah Sumatera Barat

  • Bahasa Minangkabau / Baso Minang.
  • Bahasa Mentawai.
  • Bahasa Melayu.
Dari banyaknya suku yang terdapat di Sumatra Barat, tentu dibutuhkan suatu media untuk menyatukan beberapa suku tersebut. salah satunya yaitu dengan menggunakan bahasa daerah. Dimana bahasa daerah bukan sekedar kebudayaan Sumatera Barat yang digunakan sebagai sarana komunikasi namun juga sebagai pemersatu bangsa. Nah di provinsi ini, bahasa daerah yang digunakan antara lain adalah bahasa Minangkabau, bahasa Melayu dan lain-lain.

Lagu Daerah Sumatera Barat

  1. Ayam Den Lapeh.
  2. Kampuang Nan Jauh Di Mato.
  3. Bareh Solok.
  4. Kambanglah Bungo.
  5. Kaparak Tingga.
  6. Malam Bainai.
  7. Rang Talu.
  8. Dayuang Palinggam.
  9. Anak Dara.
  10. Tari Payuang.
  11. Mak Inang.
  12. Paku Gelang.
  13. Cubo Ranungkan.
  14. Denai Sansai.
  15. Jikok Bapisah.
Sebagai pelengkap budaya Sumatera Barat, lagi daerah dari provinsi ini pun ikut turun serta. Ya, berbagai lagu daerah asal Sumatera Barat bisa Anda dengarkan dan mainkan, seperti Kampung nan Jauh di Mato, Dayuang Palinggam, Ayam Den Lapeh dan lain-lain. Yang perlu Anda ketahui, beberapa lagu daerah ini bukan hanya menampilkan keindahan seninya saja namun juga memiliki makna yang cukup dalam dan perlu diresapi.


Alat Musik Sumatera Barat

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

  • Alat Musik Talempong.Bansi.
  • Gendang Tabuik.
  • Serunai.
  • Pupuik Tanduak.
  • Rabab.
  • Tambua.
  • Pupuik Batang Padi.
Untuk melengkapi keindahan lagu daerah Sumatera Barat, tentu dibutuhkan alat musik yang akan membuatnya terdengar lebih sempurna. Nah di Sumatra Barat sendiri musik tradisional yang digunakan antara lain adalah rabab, serunai, bansi, saluang, talempong, pupuik dan gadang tabuik. Beberapa musik tradisional tersebut bahkan tak hanya dapat digunakan untuk mengiringi lagu daerah namun juga beragam jenis lagi, sebab musik terdisional ini dapat dimainkan bersama dengan jenis musik lainnya.


Makanan Sumatera Barat
Kalio Dagiang

Makanan Khas Sumatera Barat

  • Rendang.
  • Randang Lokan.
  • Dendeng Balado.
  • Dendeng Batokok.
  • Gulai banak.
  • Gulai kambiang.
  • Gulai manih.
  • Gulai pucuak ubi.
  • Gulai asin padeh.
  • Gulai Tunjang.
  • Gulai paku.
  • Gulai toco.
  • Gulai itiak.
  • Pangek masin.
  • Pangek padeh.
  • Kalio dagiang.
  • Ikan baka.
  • Soto padang.
  • Goreng baluik.
  • Goreng lauak.
  • Palai Bada.
  • Kalio jariang.
  • Sambalado tanak.
  • Sambalado matah.
  • Cancang.
  • Ikan balado.
Ya, satu hal yang selalu dicari oleh para pengunjung yang datang ke Sumatra Barat yaitu masakan khasnya. Dimana dari wilayah ini Anda bisa menjumpai berbagai masakan bercita rasa lezat dan khas, seperti nasi kapau. Selain itu, provinsi ini juga sangat terkenal dengan nasi Padangnya yang bahkan bisa Anda jumpai hampir di setiap penjuru Indonesia. Masakan padang ini antara lain terdiri dari redang, sate padang, itiak lado mudo, dan dendeng balado.
Anda juga bisa menikmati soto padang dan bubur kampiun sebagai selingan menu makan besar Anda. dan untuk oleh-oleh sanak saudara di rumah, Anda bisa mendapatkan bengkuang dan perkedel jagung khas Bukittinggi.

Wisata Sumatera Barat

  • Pantai Carolina.
  • Lubuak Rantiang.
  • Pantai Padang.
  • Pantai Pasir Jambak.
  • Museum Adityawarman.
  • Miniatur Makkah.

Mengenal provinsi Sumatera Utara

Budaya,
Kebudayaan Sumatera UtaraKebudayaan Sumatera Utara – Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan rempah-rempah dan kekayaan alam lainnya. Indonesia juga terdiri dari beberapa provinsi dengan berbagai kebudayaan yang berbeda dari setiap daerah. Termasuk di Provinsi Sumut yang merupakan salah satu bagian wilayah Indonesia yang memiliki kawasan cukup luas dengan berbagai kebudayaan khasnya. Sebut saja wilayah Sumut. Ada lebih dari 10 kebudayaan sumatera utara yang bisa Anda temui saat berkunjung ke sana.

  Kebudayaan Sumatera Utara – Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan rempah-rempah dan kekayaan alam lainnya. Indonesia juga terdiri dari beberapa provinsi dengan berbagai kebudayaan yang berbeda dari setiap daerah. Termasuk di Provinsi Sumut yang merupakan salah satu bagian wilayah Indonesia yang memiliki kawasan cukup luas dengan berbagai kebudayaan khasnya. Sebut saja wilayah Sumut. Ada lebih dari 10 kebudayaan sumatera utara yang bisa Anda temui saat berkunjung ke sana.

Namun apabila saat ini Anda belum sempat untuk singgah ke Pulau Sumatera khususnya bagian utara, untuk mengenal dan menikmati berbagai kebudayaan khasnya, jangan khawatir karena di bawah ini akan dihadirkan secara detail tradisi Sumatera Utara paling terkenal dan wajib Anda ketahui. Semakin penasaran saja kan apa saja sih kebudayaan Sumatera Utara yang membuat wilayah ini menjadi terkenal dengan ciri khas budayanya? Berikut ulasan dengan lengkap dan khusus dihadirkan bagi Anda untuk mengenal adat istiadat sumatera utara agar semakin dekat dengan kebudayaan Nusantara yang wajib untuk dilestarikan.

Macam Macam Budaya Sumatera Utara:

  1. Rumah Adat.
  2. Pakaian Adat.
  3. Tarian Adat.
  4. Senjata Tradisional.
  5. Suku.
  6. Lagu Daerah.
  7. Bahasa Daerah.
1. Rumah Adat
Rumah Adat Bolon
Rumah Adat Bolon 
Rumah adat provinsi Sumatera Utara menjadi ciri khas kecantikan budaya bangsa kita, terdiri dari berbagai budaya bangsa yang semakin mewarnai keindahan Nusantara, termasuk kebudayaan di Sumatera Utara. Dalam pembahasan 7 dari 10 kebudayaan Sumatra Utara ini, kita mulai dengan mengenal rumah adat yang ada di Sumut. Sudahkah Anda mengenal rumah adat di Sumatera Utara ini?. Ya. Sumut memiliki rumah adat yang khas yang dikenal dengan nama Parsakistan dan rumah adat Jabu Bolon. Untuk rumah adat Parsakistan sendiri merupakan rumah adat Sumatera Utara yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang pusaka.
Rumah adat ini terletak di daerah Batak Toba. Selain sebagai penyimpanan barang-barang pusaka, rumah Jabu Parsakistan juga merupakan tempat untuk pertemuan dalam membahas hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan adat. Sedangkan rumah adat Jabu Bolon merupakan rumah yan dijadikan lokasi pertemuan suatu keluarga besar dimana bentuk dari rumah adat ini berbentuk seperti panggung dengan ruang bagian atas sebagai tempat tinggal bersama dan tempat tidur yang didesain lebih tinggi dari posisi dapur.

Nama Rumah Adat Sumatera Utara:

  • Bolon.
  • Karo.
  • Pakpak.
  • Mandailing.
  • Melayu.
  • Nias.
  • Angkola.
  • Simalungun.
2. Pakaian Adat
Pakaian Adat Mandailing
Pakaian Adat Mandailing 
Dalam membicarakan budaya Sumatera Utara ini, selanjutnya yang tidak kalah menariknya adalah mengenal pakaian adat Sumatera Utara. Berbicara tentang pakaian adat Sumatera Utara, Anda akan diperkenalkan dengan baju tenun yang indah dan unik. Tempat pembuatan kain tenun ini ada di daerah Tapanuli Utara yang merupakan bagian dari kawasan Sumut. Tenunan tradisional Tapanuli ini dikenal dengan nama kain ulos. Kain ulos ini disediakan dengan berbagai variasi yang unik dan khas, seperti Ulos Sibolang, Ulos Godang, Sitoluntoho, Mangiring, Ragi Hidup, Ragi Hotang, dan Sadum.
Pada Upacara Adat bagi kaum pria mengenakan tutup kepala yang dinamakan sabe-sabe dari jenis Ulos Mangiring. Pada bahu juga ditambahi dengan sampiran Ulos Ragi Hotang dan dengan mengenakan kain sarung. Sedangkan bagi kaum wanita, mengenakan Ulos Sadum yang disampirkan pada bagian kedua bahunya dengan cara dililit dengan Ulos Ragi Hotang dan tidak lupa untuk mengenakan sarung suji.

Macam macam pakaian adat Sumatera Utara:

  • Batak Toba.
  • Mandailing.
  • Nias.
  • Simalungun.
  • Pakpak.
  • Melayu.
  • Karo.
3. Tarian Adat
Tari Sigale Gale
Tari Sigale Gale
Berbicara tentang kebudayaan Sumatera Utara, erat hubungannya untuk mengenal nama-nama tarian adat yang mewarnai kebudayaan Sumatera. Ada lebih dari dua tarian adat yang dapat Anda jumpai saat berkunjung ke sini. Seperti Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor, Tari Marsia Lapari, dan Tari Manduda. Tari Serampang Dua Belas merupakan salah satu tarian adat Sumatera Utara yang paling terkenal. Tarian ini merupakan tarian melayu yang diiringi dengan irama musik joget. Dengan sentuhan pukulan-pukulan gendang ala Amerika Latin, Tari ini asyik sekali untuk dinikmati sambil berjoget ria.
Berbeda dengan Tarian Tor-tor yang merupakan tarian daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan yang disajikan dengan suguhan tarian indah yang menarik. Tidak kalah uniknya dengan Tarian Marsia Lapari. Tarian ini merupakan tarian yang menggambarkan kegiatan gadis-gadis di Provinsi Sumut yang senantiasa saling bahu-membahu dalam menggarap sawahnya.

Tari Tradisional Sumatera Utara:

  • Tari Tradisional Khas Melayu- Deli
    – Tari Serampang Dua Belas
    – Tari Persembahan
  • Tari Tradisional Khas Batak
    – Tari Tor – tor
    – Tari Sigale – gale
    – Tari Piso Surit
  • Tari Tradisional Nias
    – Tari Fataele
    – Tari Moyo atau Tari Elang
    – Tari Maena
4. Senjata Tradisional



Senjata Tradisional Sumatera Utara Piso Gaja Tampak
Senjata Tradisional Piso Gaja Tampak

Untuk mengenal kebudayaan Sumatera Utara ini Anda wajib mengetahui senjata tradisional yang ada di Sumatera Utara yang dikenal dengan nama Piso Surut. Senjata ini jika dilihat dari bentuk dan rupanya mirip dengan sebuah pisau belati yang biasa Anda temui. Senjata tradisonal ini tepatnya menjadi senjata khas daerah Tanah Karo Sumatera Utara. Selain Piso Surut, ada juga Piso Gajah dompak yang berupa sebilah keris panjang yang unik dan khas. Piso Gajah Tombak merupakan lambang penting dari pemerintahan Raja Singamaraja. Senjata tradisional ini hanya boleh digunakan oleh Sang Raja. Sedangkan senjata tradisional Sumatera Utara yang biasa digunakan oleh masyarakat biasa dikenal dengan nama hujur. Hujur ini berbentuk seperti sejenis tombak dan ponding sejenis pedang yang panjang.
Senjata Tradisional Sumatera Utara:
  • Piso Gaja Dompak.
  • Tongkat Tunggal Panaluan.
  • Hujur Siringis.
  • Piso Silima Sarung.
  • Piso Sitolu Sasarung.
  • Piso Karo.
  • Piso Gading.
  • Piso Sanalenggam.
  • Piso Toba.
5. Suku Bangsa



Suku Batak
Suku Batak

Ada beragam suku yang bisa Anda temui saat berada di Sumatera Utara seperti Suku Melayu, Suku Batak, Suku Nias dan masih banyak lagi. Dari berbagai suku ini memiliki gaya dan ragam bahasa yang berbeda. Jangan kaget saat Anda mendengar bagaimana mereka berbicara dengan bahasa dan logat yang pasti terdengar asing di telinga.

Suku Asli Sumatra Utara:

  • Suku Angkola.
  • Suku Batak.
  • Suku Batak Pakpak.
  • Suku Mandailing.
  • Suku Mandahiling.
  • Suku Nias.
  • Suku Pesisir.
  • Siladang.
  • Suku Simalungun.
6. Lagu Daerah
Selanjutnya, budaya Sumatera Utara yang wajib Anda tahu adalah dari tentang kesenian lagu daerah. Seperti yang Anda tahu, masing-masing daerah memiliki lagu daerahnya masing-masing, tidak terkecuali untuk daerah Sumatera Utara. Sumatera Utara memiliki beberapa lagu daerah yang unik dan indah dengan nada khas dan bahasa yang khas juga. Sebut saja lagu Butet yang kini banyak dinyanyikan oleh anak-anak di seluruh Nusantara. Umumnya pengenalan lagu dari masing-masing daerah yang ada di Nusantara dikenalkan sejak masih ada di bangku sekolah dasar. Hal ini akan rasa cinta terhadap tanah air menjadi semakin kokoh dan dalam.
Selain lagu Butet tadi, Sumatera Utara juga masih mempunyai lagu-lagu daerah yang lainnya seperti Pantun Lama dan Sengko-Sengko. Ketiga lagu ini mempunyai nada segi bahasa yang menarik untuk Anda pelajari agar semakin dekat dengan kebudayaan Nusantara khususnya yang ada di Sumatera dengan mengenal kebudayaan Sumatera Utara ini.

Lagu Daerah Sumatera Utara:

  • Anju Ahu.
  • Butet.
  • Cikala Le Pongpong.
  • Dago Inang Sarge.
  • Ketabo.
  • Leleng Ma Hupaima.
  • Lisoi.
  • Madekdek Magambiri.
  • Mariam Tomong.
  • Nasonang Dohita Nadua.
7. Bahasa Daerah
Untuk mengenal ciri khas budaya Sumatera Utara, tidak lengkap rasanya jika belum tahu nama-nama bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Sumatera Utara Sendiri. Sumatera Utara Memiliki bahasa beberapa bahasa yang biasa digunakan dalam berkomunikasi di sana. Seperti Bahasa Batak, Bahasa Karo, Bahasa Nias, Bahasa Mondaling dan lain-lain.
Sungguh indah bukan 7 dari 10 kebudayaan Sumatera Utara ini?. Bagi Anda yang berencana untuk berkunjung ke sana, jangan lupa untuk mengunjungi pusat pembuatan baju adatnya yang ada di daerah Tapanuli supaya kunjungan lebuh puas dengan melihat secara langsung bagaimana cara pembuatan baju adatnya ini. Tidak lupa persiapkan diri Anda untuk menyaksikan keindahan tarian khasnya yang menarik dan mempesona.